Pernahkah kalianmengamati bintang? Begitu indah bukan? Saat
melihatnya, selalu terpikir dibenak kita untuk bisa menggapai salah satu
saja dari ribuan bintang di angkasa..
Malam itu,
Difasedang asyik duduk bersama sahabatnya yang bernama Irfan di sebuah
taman.Mereka bercanda dan saling berbagi cerita. Terkadang, mereka
berhenti sejenakuntuk merasakan hembusan angin malam yang membelai
mereka.
“Hay angin,dapatkah kau mendengarku?” teriak Irfan, tentu saja tak ada jawaban! Merekapuntertawa.
Difa menatap ke arahlangit. “Fan, coba kamu lihat!” ucap Difa menunjuk
bintang-bintang di angkasa.Irfan tersenyum, “Apa yang kamu pikirkan?”
Difa menghelanafas panjang “Aku ingin menjadi seperti bintang, selalu
membuat orang bahagiadan ingin menggapainya, tetapi. . . .” Difa tak
melanjutkan perkataannya.
“Tapi apa?”
“Bintang-bintangitu tak selalu menghisi setiap malam, ada kalanya
mereka akan tertutup awan mendungketika akan turun hujan” Jawab Difa
dengan masih tetap memandangbintang-bintang di angkasa.
Irfanmenggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu, bingung! Ia
memikirkan apa yangharusnya ia katakan pada saat itu. Merekapun
terhanyut dalam keheningan, hanya terdengarsuara samar orang-orang dari
kejauhan.
“Ayolah Dif!” ucapIrfan membuka pembicaraan.
“Ayo kemana sih?”
Irfan menunjuk keatas. Difa tersenyum, ia tak menjawab membuat Irfan
semakin penasaran denganisi hati Difa saat itu. “Uhh,, siapa sih Dif,
yang gak kenal kamu?” tukas Irfandengan memukul pelan lengan Difa.
Saat itu, ada duaorang yang berjalan didepan mereka. Bukan sapaan atau
senyuman yang di dapat, tetapisalah seorang malah berbisik kepada
temannya sambil memandang sinis kearah Difa.Sekali lagi Difa tersenyum,
Irfan memandangnya ragu.
Setelah dua orangitu berlalu,
lewat lagi sekelompok anak muda berjalan di depan Difa dan Irfan.Mereka
semua tersenyum saat melihat Difa, bahkan ada pula yang menyebut-nyebut
namaDifa. Segera Difa membalas sapaan mereka.
Irfan
mendapatkesimpulan dari 2 kejadian itu. “Dif, gak semua orang akan
merasa bahagiadengan kesuksesanmu. Mungkin mereka iri atas apa yang kamu
miliki,dan semuayang kamu cita-citakan tak akan dengan mudah tercapai.
Semua pasti butuhPerjuangan dan kesabaran!”
“Aku tau kok, akuhanya ingin memberi yang terbaik untuk mereka semua.”
Irfan memandangDifa bahagia, ia senang jika melihat sahabatnya tersenyum. “Tetaplah menjadi
Dif, bintang yang selalu bersinar untuk semua orang!”
Difa da Irfan pun kembali menghabiskan waktu dengan bercanda.
Persahabatan mereka yang begitu tulus membuat semua kejadian yang mereka
alami seakan sangat berkesan..
Aku pernah bermimpi
Menjadi bintang yang paling bersinar
Ku tak menyangka ini terjadi
Kegagalan yang pernah kualami
Menjadikanku semakin kuat
Aku bersyukur jadi seperti ini
Kebahagiaan ini janganlah cepat
berlalu
Karena tak mudah untuk menggapainya
Ku berjanji akan menjaga semua
Terima kasih Tuhan
atas segala anugrah yang kau beri Kepadaku
Semoga kantetap abadi
Aku pernah berharap
Menjadi sesuatu yang berharga untuk semua orang
Yang menyayangiku
Kegagalan yang pernah kualami
Menjadikanku semakin kuat
Aku bersyukur jadi seperti ini
Kebahagiaan ini janganlah cepat
berlalu
Karena tak mudah untuk menggapainya
Ku berjanji akan menjaga semua
Terima kasih Tuhan
atas segala anugrah yang kau beri Kepadaku
Semoga kantetap abadi…
The end :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar