Lalu Angel pergi begitu saja meninggalkan Difa tanpa sepatah kata
pun. Difa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Antara bingung dan
merasa aneh. Aneh? entahlah apa yang terjadi dengannya. Ia segera
bangkit dari duduknya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Tiba-tiba,
Difa merasa perasaannya tidak enak, hmmm seperti ada yang
membicarakannya . Ya Difa anaknya memang peka sehingga ia akan merasa
terusik jika ada yang membicarakannya. Spontan Difa menoleh ke belakang,
yang benar saja nampak Bagas dan Reza sedang terbahak-bahak.
"Kalian
ini kenapa?" tanya Difa yang tiba-yiba sudah ada dihadapan Bagas dan
Reza. Mereka berdua tersentak kaget dengan kemunculan Difa.
"Cewek
tadi siapa sih? kok kayaknya akrab banget sama kamu" ujar Reza sambil
menahan tawa. Bagas terkekeh dan menyikut pinggangnya.
"Lebih
tepatnya di jutekkin cewek cantik itu" sambung Bagas sembil menunjuk ke
arah Angel yang terlihat sedang berbicara serius dengan seseorang via
telepon.
"Oohh.. itu, aku juga gak tau, dia nya aja yg sok akrab
sama aku." jawab Difa santai. Lagi-lagi Bagas dan Reza tertawa. Mereka
berdua telah melihat semuanya dari awal.
"Ngomong-ngomong
cewek itu cantik ya Dif" goda Reza pada Difa. Ia ingin tau apa jawaban
temannya yang tidak pernah merasakan yang namanya Cinta itu.
"Iya
Dif, bagaikan Bidadari jatuh dari surga. Mau kemana dia? loh kok menuju
pintu keluar. Ikutin yuk" Bagas mengajak kedua temannya itu. Mereka
membuntuti Angel secara diam-diam. Seolah-olah akan menculik atau
merampoknya.
Setelah berjalan beberapa langkah, Difa
melihat ada benda yang terjatuh dari tas Angel yang memang tidak
tertutup rapat. Segera dipungutnya benda tersebut, ternyata sebuah sapu
tangan berwarna ungu!
"Non, tunggu..." Teriak Difa
mencegah langkah Angel. Sedangkan Bagas dan Reza? jamgan ditanya mereka
hanya melongo saat melihat aksi temannya yg nekat itu. Ternyata masih
gak kapok juga di jutekkin!
Angel menoleh ke arah Difa. Ia mendengus kesal. Difa lagi, Difa lagi. Bosan mendengar ocehan polosnya.
"Apa lagi sih? lo buntutin gue ya?" Tanya Angel dengan amat sangat jutek.
"Sapu
tangannya jatuh Non Cantik" ucap Difa sembari menyerahkan sapu tangan
ungu milik Angel. Perasaan aneh itu muncul lagi di benak Difa!
Angel
mengambil sapu tangannya yg ada di tangan Difa. Tanpa sebgaja lagi. . .
. kedua tangan mereka saling menggenggam! Angel merasa nyaman dan
tenang berada di dekat cowok culun ini. Dia juga sepertinya tak rela
untuk melepas genggamannya. Begitu pula Difa, ia merasa jantungnya
berdegup begitu kencang, darahnya seakan-akan mengalir deras. Oh tuha,
kenapa ini?
Mereka saling menatap satu sama lain. Aksi
saling menatap tersebut menjadi tontonan orang2 yg sedang lalu lalang di
stasiun. Dan ?????
Apa yang terjadi??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar