Kamis, 30 Januari 2014

Cinta Semir Sepatu #part2

Lalu Angel pergi begitu saja meninggalkan Difa tanpa sepatah kata pun. Difa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Antara bingung dan merasa aneh. Aneh? entahlah apa yang terjadi dengannya. Ia segera bangkit dari duduknya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

Tiba-tiba, Difa merasa perasaannya tidak enak, hmmm seperti ada yang membicarakannya . Ya Difa anaknya memang peka sehingga ia akan merasa terusik jika ada yang membicarakannya. Spontan Difa menoleh ke belakang, yang benar saja nampak Bagas dan Reza sedang terbahak-bahak.

"Kalian ini kenapa?" tanya Difa yang tiba-yiba sudah ada dihadapan Bagas dan Reza. Mereka berdua tersentak kaget dengan kemunculan Difa.
"Cewek tadi siapa sih? kok kayaknya akrab banget sama kamu" ujar Reza sambil menahan tawa. Bagas terkekeh dan menyikut pinggangnya.

"Lebih tepatnya di jutekkin cewek cantik itu" sambung Bagas sembil menunjuk ke arah Angel yang terlihat sedang berbicara serius dengan seseorang via telepon.
"Oohh.. itu, aku juga gak tau, dia nya aja yg sok akrab sama aku." jawab Difa santai. Lagi-lagi Bagas dan Reza tertawa. Mereka berdua telah melihat semuanya dari awal.

"Ngomong-ngomong cewek itu cantik ya Dif" goda Reza pada Difa. Ia ingin tau apa jawaban temannya yang tidak pernah merasakan yang namanya Cinta itu.
"Iya Dif, bagaikan Bidadari jatuh dari surga. Mau kemana dia? loh kok menuju pintu keluar. Ikutin yuk" Bagas mengajak kedua temannya itu. Mereka membuntuti Angel secara diam-diam. Seolah-olah akan menculik atau merampoknya.

Setelah berjalan beberapa langkah, Difa melihat ada benda yang terjatuh dari tas Angel yang memang tidak tertutup rapat. Segera dipungutnya benda tersebut, ternyata sebuah sapu tangan berwarna ungu!

"Non, tunggu..." Teriak Difa mencegah langkah Angel. Sedangkan Bagas dan Reza? jamgan ditanya mereka hanya melongo saat melihat aksi temannya yg nekat itu. Ternyata masih gak kapok juga di jutekkin!

Angel menoleh ke arah Difa. Ia mendengus kesal. Difa lagi, Difa lagi. Bosan mendengar ocehan polosnya.
"Apa lagi sih? lo buntutin gue ya?" Tanya Angel dengan amat sangat jutek.
"Sapu tangannya jatuh Non Cantik" ucap Difa sembari menyerahkan sapu tangan ungu milik Angel. Perasaan aneh itu muncul lagi di benak Difa!
Angel mengambil sapu tangannya yg ada di tangan Difa. Tanpa sebgaja lagi. . . . kedua tangan mereka saling menggenggam! Angel merasa nyaman dan tenang berada di dekat cowok culun ini. Dia juga sepertinya tak rela untuk melepas genggamannya. Begitu pula Difa, ia merasa jantungnya berdegup begitu kencang, darahnya seakan-akan mengalir deras. Oh tuha, kenapa ini?

Mereka saling menatap satu sama lain. Aksi saling menatap tersebut menjadi tontonan orang2 yg sedang lalu lalang di stasiun. Dan ?????
Apa yang terjadi??

Tidak ada komentar: