Kamis, 30 Januari 2014

Lost In London *Chapter 1

            Sedikit demi sedikit, sang mentari mulai tertutup awan hitam. Mendung di sore hari terasa sejuk dengan semilir angin. Sepertinya cuaca diluar sama seperti suasana hati Difa yang sedang mendung. Ia menatap keluar jendela kamarnya. Tak lama, butiran air hujan turun membasahi bumi. Difa menjulurkan tangannya keluar jendela untuk menadahi air hujan.Kemudian ia memejamkan matanya. Difa teringat kejadian saat pulang sekolahtadi.

##

            “Difa, ada yang mau Papa omongin sama kamu” Ucap seorang lelaki paruh baya yang menyebut dirinya ‘Papa’. Ya, dia adalah Cakka, alias Papa Difa. Disampingnya duduk seorang wanita berwajah manis. Itu adalah Agni, istri Cakka sekaligus Mama Difa.

            “Iya, ada apa Pa?” Tanya Difa denganmenyimpan sejuta rasa penasaran.

            “Kemungkinan tahun depan kita bakal balik ke London,”
      
            “Apa? gak mau ahh... Bagaimana jika Difa disini saja? atau ngekost kan bisa?”

Cakka dan Agni saling menatap, mereka bingung bagaimana menjelaskan pada Difa. Cakka menghela nafas panjang. “Pokoknya kamu harus ikut. Tenang aja, disana Papa punya temen anaknya seumuran denganmu, kamu bisa bersahabat dengannya” Ujar Cakka panjang lebar. Difa tertegun, haruskah ia ikut Ke kampung halaman papanya? Ia tak rela meninggalkan sahabat-sahabatnya di sini. Sungguh ia tak rela!
           
##

            Handphone Difa berbunyi, ia segera beranjak dan mengambil ponselnya di dalam tas. Ternyata ada SMS dari Angel. Ia membuka pesan tersebut

From : Angel
To : Difa
Difa, nanti malamdatang ya ke rumahku jam 19.00, untuk merayakan anniv 5 bulan kita. Hehe, kalau gak repot harap datang yaa? Please, oke? Angel tunggu... Daaaaahhh

            Difa tersenyum dan segera membalas pesan tersebut.

To : Angel
From :Difa
Oke, pasti Difa datang kok, sampai jumpa nanti…

Send!

            Difa melempar handphonenya ke atas kasur dan pergi mandi. Sepertinya ia mulai lupa dengan rencana Papanya itu.

>>>

@Angel's House

             Angel begitu sibuk membantu mamanya untuk mempersiapkan pesta nanti malam.

            “Ma, semua teman-teman sudah Angel undang, terus apa lagi?” Tanya Angel pada Sivia, Mamanya.

            “Yakin semua sudah? Difa gimana? Sudah di undang kan?”Tanya Sivia meyakinkan.

            “Ahh.. Mama, malah dia orang pertama yang Angel undang kan hari ini. . .” Angel tak melanjutkan dan segera menutup mulutnnya . Ya, sejak kecil Angel bersahabat dengan Difa. Tak hanya itu, Sivia dan Agni mendukung mereka untuk jadian. Karena Difa dan Angel bukan anak kecil lagi, mereka sudah remaja.

            “Ooohh… Bagus kalau gitu. Jujur deh,sebenarnya kamu udah jadian sama Difa kan? Dan sekarang adalah anniv ke 5 bulan kamu sama dia?” Sivia menggoda putrinya yang terlihat malu-malu.

            “Gimana ya Ma,? iya sih, tapi kok mama tau?” tanya Angel dengan wajah sedikit tertunduk.

            “Haha.. Ya taulah, Difa aja sudah cerita ke Mamanya, kamu aja yang main rahasia-rahasia'an" Sivia tertawa mendengar pertanyaan putri semata wayangnya tersebut. Angel hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Mereka pun kembali dengan kesibukannya. Selang beberapa saat, terdengar bel berbunyi, dengan segera Angel membukakan pintu.Ternyata Cindai, Cindai diminta datang lebih awal untuk membantu Angel mempersiapkan pesta nanti malam.

            “Hai Ndai, datang kesini sama siapa? Tumben cepet banget” celutuk Angel. Cindai malah cengengsan gak jelas.
           
            “Sendirian lah, maunya sama siapa?”

            “Bagas? Jangan bilang kalau dia gak mau datang!”

            “Dia datang kok, tapi sekarang masih ada urusan, makanya aku datang sendiri.” Jelas Cinda yang dibarengi dengananggukan Angel.
>>>


Back to Difa

            Tepat pukul 18.45 WIB, Difa sudah rapi mengenakan kemeja berwarna merah dengan celana jeans. Malam itu, Difa terlihat sangat tampan.

            “Bilang gak ya? Gak siap mental nih.Ohh ayolah Difa Lo itu cowok!!" Difa berbicara sendiri di depan cermin. Kemudian ia merapikan tatanan rambutnya dan siap pergi kerumah Angel.

            “Wah mau kemana kamu? Rapi amat?” Tanya Cakka saat melihat putranya berpakaian rapi.

            “Mau kerumah temen Pa”

            “Oohh mau ke rumah Angel pasti nih… Udah ganteng kok” ujar Agni sembari mengacak pelan rambut Difa.

            “Yahh Mama, rusak deh rambut Difa. Yaudah ah Difa berangkat dulu ya Ma, Pa” Difa berpamitan pada orang tuanya.

            “Hati-hati jangan pulang kemalaman. Papa kunciin pintu loh!” ancam Cakka sekaligus menasehati.

~~

            Selama di perjalanan, Difa mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tak ingin terlambat dan mengecewakan tuan rumah. Dan 20 menit kemudian, tibalah Difa dirumah Angel.

            “Hayy aku gak terlambat kan?” ucap Difa berbasa-basi pada teman-temannya yang telah hadir di Acara pesta tersebut.

            “Maaf  bung, anda telat 5 menit” Jawab Gilang dengan nada kesal. Difa hanya tertawa.

            “Oh iya Ngel, ini buat kamu” Difa menyerahkan sebuah kotak dibungkus kertas kado berwarna pink favorite Angel.

            “Makasih Dif, Emm kado buat kamu belum aku bungkus, besok aja ya. Hehe"


            “Yahh Angelpayah nih, giliran romantis-romantisnya ehh belum bungkus kado” celutuk Bagasdiiringi gelak tawa yang lain.

            Setelahacara makan-makan juga seru-seruan, tiba-tiba Difa menarik tangan Angel. “Ngel,aku mau bicara empat mata sama kamu” Angel menurut saja saat Difa menariknya.Difa mengajak Angel ke taman belakang rumah.

            “Ada apa Dif?” Tanya Angelpenasaran. Difa menggenggam erat tangan Angel. DifAngel tak sadar jika ada lima pasang mata yangmengintai dari belakang.

            “Sebenernyagini Ngel, kata Papaku, tahun depan kami akan kembali ke London”

            “Apa? London?” ucap Marsha kagetsaat mendengar ucapan Difa. Segera DifAngel menoleh ke belakang.

            “Payah kamuSha, bisa di rem gak sih?” ucap Cindai kesal. Tetapi berhubung DifAngel sudahmengerti keberadaan mereka, akhirnya semua berkumpul.

            “Jadi kamumau ke London Dif?” Tanya Angel meyakinkan.

            “Iya makadari itu aku minta kita ….?” Ucapan Difa terputus.

            “Putus?Jangan gitu Dif, kamu gak boleh egois. Kalau kamu memang cinta dengan Angel,pertahankan! Gak peduli walaupun jarak memisahkan kalian!” ucap Rafli memberinasehat pada sohibnya.

Tidak ada komentar: